Jumat, 18 Februari 2011

Kolesterol Tinggi pada Wanita

          Kolesterol adalah lemak berbentuk seperti lilin berwarna keputihan yang diproduksi dalam jumlah besar oleh hati. Itulah sebabnya hati dan jerohan mengandung kolesterol tinggi. Kolesterol diperlukan tubuh untuk memproduksi hormon dan membran sel. Jika kolesterol Anda tinggi, kelebihan kolesterol dalam darah dapat menyebakan penyempitan arteri. Pada pria hal ini dapat dipastikan akan menyebabkan serangan jantung. Lemak jenuh sering menjadi biang keladi tinggi kolesterol. Namun, ada kalanya kadar kolesterol tinggi bisa juga disebabkan oleh kerusakan genetis pada hati yang tidak dapat ditanggulangi.
          Berbeda dengan Pria, riset terbaru menunjukkan bahwa untuk wanita kolesterol tinggi bukanlah faktor resiko tinggi penyakit jantung. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, pola makan rendah lemak jenuh bisa membantu Anda menurunkan kadar "kolesterol jahat" (LDL-Low Density Lipoprotein) dan meningkatkan kadar "kolesterol baik" (HDL-High Density Lipoprotein) dalam tubuh Anda. demikian pula jika Anda merokok, mengidap tekanan darah tinggi, kegemukan, diabetes tipe 2, atau memiliki riwayat penyakit jantung di dalam keluarga, mengikuti pola makan rendah lemak/ rendah kolesterol dapat meningkatkan kesehatan Anda.
          Namun, bagi wanita sehat berusia di atas 65 tahun yang tidak merokok dan tidak memiliki faktor resiko penyakit jantung selain usia tua, memiliki kadar kolesterol dia atas "normal" bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan atau harus diturunkan. Kita tahu misalnya, sangat sedikit wanita premenopause dengan kolesterol tinggi yang terken penyakit jantung. Hal ini membuat para peneliti menyimpulkan bahwa untuk wanita, ada faktor-faktor resiko lain di luar kolesterol tinggi. Jadi, meski kolesterol tinggi pasti berhubungan dengan penyakit jantung pada pria, tetapi tidak selalu sama untuk wanita. Hal itu bahkan bukan masalah besar. Banyak dokter kemudian merekomendasikan pola makan rendah lemak bagi wanita yang memiliki kolesterol tinggi yang juga memiliki faktor resiko penyakit jantung lainnya. Alasannya karena hal ini tidak membahayakan dan tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi Anda.
          Saat ini, nasehat para dokter di Amerika dalam hal menjaga kadar kolesterol bagi wanita biasanya sama. Para wanita yang berusia di atas 20 tahun dengan kadar kolesterol 200 md/dL atau lebih, didorong untuk mulai menurunkan kolesterolnya (dengan pola makan rendah lemak jenuh). Jika Anda memiliki kadar HDL atau kolesterol baik yang sangat rendah (kurang dari 35 mg/dL), dokter Anda harus mengukur kadar LDL atau kolesterol jhat Anda (setidaknya kurang dari 130 g/dL). Kadar LDL 10-159 mg/dL adalah bats normal atas. Kadar LDL 160 mg/dL atau lebih sudah termasuk tinggi. Pada saat itu, rekomendasi paling tepat adalah pola makan rendah lemak jenuh. Jika Anda telah terkena penyakit jantung, usahakan kadar LDL Anda berada di kisaran 100 mg/dL atau kurang.
          Jika koleterol darah Anda ada di kisaran 200-239 mg/dL, tetapi Anda tidak merokok, tidak kegemukan, memiliki tekanan darah normal, dalam tahap premenopase, dan tidak memiliki riwayatpenyakit jantung dalam keluarga, Anda sehat-sehat saja. Hasil tes kolesterol yang tinggi tidak selalu ditindak lanjuti dengan analisa HDL/LDL.

Menurunkan Kolesterol Tanpa Obat
          Pada dasarnya, penyesuaian pola makan dan olahraga mungkin sudah cukup untuk menurunkan kolesterol tanpa obat apapun. Vitamin E juga diketahui dapat menurunkan kolesterol dan mencegah pembentukan plak dalam arteri. Sebuah penelitian yan melibatkan 87.000 perawat yang mengonsumsi vitamin E melaporkan penurunan kasus serangan jantung sebesar 46%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, para dokter saat ini merekomendasikan dosis 100 IV (skala internasional) setiap hari. Untuk vitamin C, masih belum diketahui dosis yang diperlukan untuk mengurangi resiko serangan jantung. Hasil sebuah penelitian selama delapan tahun di Brigham and Women's Hospital, Boston melaporkan banyak mengonsumsi vitamin C dapat menurunkan resiko gangguan pembuluh darah koroner. Sejumlah pakar merekomendasikan 10 mg atau lebih setiap harinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar